Ceritaku: Persiapan Lamaran tanpa Pasangan (LDR)


Saat memutuskan untuk menyelenggarakan acara lamaran, apa saja sih yang perlu disiapkan? Aku adalah anak perempuan pertama di keluarga yang akan menikah. Karena kakak aku cowok, jadilah sebagai pihak cowok kayaknya dulu ga terlalu repot. Nah, kali ini untuk acara lamaran pertama di keluarga aku, ternyata aku pun cukup punya banyak mau tapi sungguh clueless untuk menyiapkan acara lamaran agar sesuai dengan yang aku mau.

Supaya kamu ga mengalami hal yang sama, aku coba rangkum dalam tulisan berikut ya.




1. Tempat
Mau lamaran di mana? Kalau dulu masih tinggal di rumah Klender (masih di gang), mungkin aku akan minta lamaran di luar aja (restoran, dsb), atau kalo di rumah pasti ga mau heboh, karena ga enak dan sempit. Tempat terbatas. Alhamdulillah, emang udah niat, cita-cita, dan rejeki di keluarga, rumah yang di Bekasi udah rapih dan bisa dipakai buat acara. Rumahnya juga cukup luas untuk menampung sekitar 100 orang. Jangan lupa perhitungkan juga, nanti tamu dan keluarga yang hadir akan duduk lesehan atau dengan kursi ya.


2. Jumlah keluarga yang hadir
Jika tempatmu terbatas, kamu harus memperhitungkan hal ini. Apalagi jumlah keluarga yang hadir juga berkaitan dengan catering/makanan yang kamu pesan. Pada intinya, jumlah keluarga yang dibawa harus disepakati bersama dan kamu juga harus berkomunikasi pada pihak keluarga pasangan mengenai keterbatasan tempat.

Jangan heran kalau liat keluarga Betawi. Semua keluarga mau jauh atau dekat tentu masih erat hubungan kekeluargaannya. Makanya, acara apapun sampe ke sepupu nenek, sepupu kakek, anaknya sepupu nenek, sampe cicit nya pun masih wajib untuk diundang. Semua yang masih ada hubungan kerabat pasti wajib diundang.







3. Makanan/ Catering
Makanan udah menjadi hal wajib untuk disiapkan. Biasanya makan siang menjadi bagian dari penutup sebuah acara. Kemarin aku menggunakan catering Mardika yang ada di Perumnas Klender. Aku memesan 100 porsi. Menu nya banyak banget dan aku memilih paket Menu A.

Pilihan menu yang dipilih oleh Mama:
- Nasi Putih
- Sup Daging
- Dendeng Balado
- Sate Ayam
- Gurame Asam Manis
- Capcay
- Salad
- Kerupuk udang
- Air Mineral
- Semua dessert

Harga per porsinya Rp52.000,- (sudah termasuk ongkir).




Yang menyenangkan dari Katering Mardika adalah punya porsi yang cukup banyak alias ga pelit. Selain itu, pihak catering di hari H juga cukup pandai dan sigap mengatur makanan. Kemaren sih sama mereka semua menu dikeluarinnya bertahap, jadi bisa tercukupi juga karena jumlah tamu yang hadir saat acara lamaranku ternyata lebih dari 100 atau hampir 120 orang.

3. Outfit Lamaran
Aku ga mau ribet. Jadi, pada bulan September lalu, aku memutuskan untuk ke Tanah Abang untuk cari baju lamaran bersama Mamahku dan Mamah Anggi. Untuk aku dan Anggi, kami menyeragamkan kain batik. Karena tidak menemukan batik yang cocok dan bagus, akhirnya kami beli kain yang akan dijahit untuk dijadikan kemeja oleh Anggi. Sedangkan aku hanya untuk kain bawahan. Untuk atasan, aku membeli kebaya jadi dengan warna senada.

Selain aku dan Anggi, kedua Mamah juga membeli outfit yang sama. Aku juga membelikan kebaya buat adik-adik dan kakak ipar.





4. Seserahan
Ini nih yang agak ribet. Aku ga punya banyak waktu untuk ke mall, hunting, dan belanja seserahan.  Karena selalu kerja di weekend. Makanya, banyak barang2 seserahan yang aku beli secara online untuk mempersingkat waktu. Ada juga sih beberapa barang yg dibeli di mall, itu pun cuma sebatas di Mall yang tinggal jalan kaki aja dari kantor. Eh, tapi entah kenapa emang kebetulan pas lagi persiapan ada 1 weekend yang kosong. Jadilah aku dan adik-adik memutuskan untuk ke Thamrin City (ini cuma beli alat solat dan baju batik). 

Aku beli semua sendiri, tapi setelah di total, tinggal di reimburse aja ke Anggi. Karena seserahan perempuan memang wajib dibelikan oleh pihak laki-laki. Kenapa aku yang beli? Karena aku yang tau selera aku dan barang yang aku mau.

Biasanya seserahan akan dibeli bareng pasangan (sempet iri sih sama orang-orang yang belanja bareng pasangan). Tapi, tentu saja gue harus maklum dan bersabar. Toh, gue juga masih sanggup mengurus semuanya.

Apa saja barang seserahan yang aku minta ke Anggi:  
Alat Sholat 
Handuk dan alat mandi 
Sepatu dan tas pesta 
Sneakers 
Baju batik 
Parfum 
Underwear 

Salah satu privillage jdi beauty blogger, yaitu masih ada produk skincare dan makeup yg belum dipakai, untuk 2 hal ini aku memutuskan untuk tidak membeli. Sayang juga kalau beli, muka aku cuma 1 kan? Dan salah satu upaya untuk tidak memberatkan Anggi juga. Uang skincare makeup ini bisa dialihin buat yang lain. Misalnya: bisa buat honeymoon mewah-mewah. Hahaha.

Ini cuma yang penting versi aku sih, kamu bisa nambah yang lain juga. Kan sesuai permintaan cewek. Aku nya aja yang ga mau ribet. Toh pas lamaran, ternyata sama keluarga Anggi ditambahin banyak banget mulai dari baju tidur, bedcover, makanan, roti buaya, dll.... Total ada sekitar 40 kotak seserahan. Banyak ya?

Dekorasi seserahan by @urna.studio


Karena mejanya ga cukup, sisanya disimpan di kamar

5. Cincin 
Jujur aja, aku cukup clueless soal perhiasan. Sebelum memutuskan untuk beli cincin, aku pun sering sharing sama Leni, yang kebetulan lamarannya beda 1 hari. Aku juga banyak baca di blog orang + website wedding lainnya. Banyak banget yang rekomendasiin toko-toko perhiasan yang ada di Blok M, ITC Kuningan, dan 2 toko di Cikini Gold Center. Aku lupa namanya, kamu bisa googling ya! Toko-toko tersebut udah jadi Top of Mind orang-orang yang mencari cincin tunangan atau nikah. 

Pada akhirnya aku memilih di Toko Mudjur Jewellry. Harganya standard dan prosesnya cepat. Pemilik toko, Mas Domy, juga cukup komunikatif. Selengkapnya kamu bisa baca ceritaku tentang membeli cincin di sini ya: http://www.cyndaadissa.com/2019/11/tips-membeli-cincin-lamaran-dan-nikah.html




6. Dekorasi Acara dan Kotak Seserahan
Untuk ini, aku dan Cyndi memutuskan untuk dekorasi sendiri sekaligus sebagai portofolio jada dekorasi acara dan hias seserahan. Kamu bisa cek di @urna.studio ya! Aku hanya menghias seserahan yang berisi barang-barang pribadiku. Sisanya seperti kue-kue, makanan, buah, dan seserahan tambahan, dibawa dan dihias langsung dari pihak laki-laki.

Ini dia contoh dekorasi acara lamaran:








7. Makeup dan Hair do
Kebetulan aku memang membuka jasa MUA dan Hair do, jadi aku makeup sendiri. Tapi untuk hairdo dibantu oleh adikku.






8. Dokumentasi/ Jasa Fotografi
Kebetulan aku menemukan jasa fotografi based Jakarta Timur (dekat Bekasi) yaitu Lumiere Photography. Waktu itu aku dapat harga promo untuk foto dan video cinematic lamaran bisa aku dapatkan dengan harga 1.5juta saja.

Aku suka dengan hasil foto dan videonya! Beberapa sudah aku upload di instagram dan youtube.


Sekian ceritaku mempersiapkan lamaran tanpa pasangan. Semoga ceritaku cukup membantu ya!


Regards,
CYNDA

Comments

  1. Congrats Cyndaaa ❤️❤️ iya aku juga merasakan belanja seserahan sendiri terus notanya dikasih dan reimburse karena LDRan �� nanti abis nikah juga kurang lebih seperti itu hahaha

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

REVIEW: Dear Me Perfect Matte Lipcoat - The Nude Collection

[REVIEW] Wardah Aloe Hydramild Facial Wash