Tuesday, June 19, 2018

Jadi, Kamu Orang Ke-Berapa? Atau, Saya yang Ke-Berapa?


Saya pernah mencuitkan sebuah kalimat di akun twitter:

"Jadi, harus berapa kali kehilangan dan berapa kali bahagia, sampai nemuin true love?"

Kurang lebih demikian.

Cuitan saya dibalas oleh salah satu teman dengan bahasa inggris:

"‘Many’ doesnt matter. Tru love is sumthin that cums easy. If its nae easy, then is nut."


Saya mencoba memahami kalimat tersebut. Berpikir dalam diam. 

Jika bukan dengan angka, bagaimana saya tau bahwa memang orang itu lah yang menjadi 'orangnya' dan 'dia' satu-satunya.

Untuk saya yang telah bertemu dan berkenalan dengan berbagai macam laki-laki, terlalu lelah rasanya jika harus kembali 'berusaha' dan 'menunggu'.

Pun jikalau saya dipertemukan dengan laki-laki yang mampu menggugah saya. Apa benar dia orangnya? Apakah dia akhir dari segala rasa kecewa saya? Apakah dia jawaban dari doa saya?Apakah dia yang mampu menjadikan hari-hari saya berbeda? Sementara atau selamanya?


--------

Kali ini saya dipertemukan dengan laki-laki yang berbeda. Jauh berbeda dengan yang pernah saya temui.

Cara dia mendekati saya, memperlakukan saya, menatap saya, memuji dan mengagumi saya (ini agak narsistik) bahkan cara dia membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik tanpa mengubah diri saya.

Dia menghargai saya dengan apa adanya.

Menerima saya dengan segala kekurangan dan kelebihan saya. (Ini pernah diucapkan via telfon, mungkin)


--------

Rasanya di usia sekarang, apa yang saya rasakan sering terasa seperti kisah cinta anak muda. Hingga saya terjebak dalam ruang sendiri.

Apakah benar suka? Apa benar sayang? Saya butuh kebenaran untuk diri saya sendiri, untuk perasaan saya sendiri.

"Aku udah terlalu tua untuk php"

Jika benar adanya. Kalimat itu lah yang membuat saya berada di tahap ini, berada di masa ini, dan berani terbuka dengan perasaan saya sendiri.

Maka saya lah yang harus menyerahkan diri pada waktu, pada dia yang ada di hadapan saya, dan pada harapan-harapan saya di masa yang akan datang.

-------


*kalau kamu (yang saya maksud) tidak sengaja membaca ini, diresapi saja.
jangan ditanya balik.
nanti saya bingung.


Regards

No comments:

Post a Comment