Thursday, January 5, 2017

Kacamata vs Contact Lens?


Pemilik mata tidak sempurna pasti sering dirundung kegalauan tentang dua benda ini. Kacamata dan contact lens. Mata tidak sempurna yang aku maksud adalah mata tidak normal karena miopi (rabun jauh) atau hipermetropi (rabun dekat). Dua penyakit mata ini bahkan sering dianggap sebagai suatu hal yang lumrah.




Sejak kapan aku mulai memakai kacamata?

Kelas 6 SD menjadi awal permulaan aku menggunakan kacamata. Aku masih ingat saat duduk di baris belakang, aku tidak dapat melihat tulisan di papan tulis dengan jelas. Setelah diperiksa di optik dan menerima hasilnya. Ternyata kedua mataku -0.75. Ingat jelas bahwa kacamata pertama yang aku beli di Optik Seis ada hiasan tweety mungil pada gagangnya.

Perkembangan tubuh, hormon, dan tingkat aktivitas membaca di tempat minim cahaya ternyata membuat kondisi mata pun ikut berubah. (aku pernah menonton video dr. Ferdiriva Hamzah bahwa kondisi mata akan stabil di umur 20 ke atas. Jangan kaget saat kembali memeriksa mata, minus mataku naik menjadi -2.0 lalu 2.75 dan hingga saat ini stabil di -3.5).

Tidak terhitung berapa kali aku mengganti kacamata. Ummm,, wait,, sudah lebih dari 10 kali aku berganti kacamata. Bahkan ada yang berumur 5 bulan saja. Entah karena bosan, merasa kurang cocok, bahkan patah karena terinjak, didudukin atau tertindih saat tidur. 

Seriously, memakai kacamata terkadang membuat aku merasa tidak percaya diri. Rasanya seperti ada sesuatu yang menghalangi wajah.  Lain halnya dengan memakai contact lens. Memakai contact lens membuat aku lebih percaya diri apalagi warna contact lens saat ini semakin beragam. Namun, tetap saja ada kekurangannya. Aku sering mengantuk saat mengenakan contact lens, mata mudah lelah, dan aku sadar kalau terkadang aku sedikit mengabaikan cara perawatannya.

Ini dia kekurangan dan kelebihan memakai kacamata dan contact lens versi aku:

Kacamata
+ Dapat dipakai dan dilepas kapan pun.
+ Tidak memerlukan perawatan lebih
+ Bisa mengenakan berbagai macam atau tipe kacamata
+ Menghalau debu dan kotoran masuk
+ Tidak membuat mata lelah dan pusing
+ Tidak ada batasan waktu (lifetime)
- Membatasi ruang gerak dan aktivitas seperti saat berenang, mandi, bahkan membaca atau menonton sambil tiduran
- Menutupi wajah
- Kacamata turun dan terkena keringat sering membuat tidak nyaman
- Harus sering dibersihkan agar lensa 'cling'
- Kacamata mudah kendur atau longgar

Contact lens
+ Membuat aku lebih percaya diri
+ Mata tampak lebih besar dan ekspresif
+ Merek tertentu bisa sangat nyaman sekali meski dipakai lebih dari 12 jam
+ Bisa berganti-ganti warna
- Tidak bisa digunakan selama 24 jam
- Mata mudah lelah dan terasa berat
- Harus menomorsatukan kebershan
- Ruang gerak juga terbatas (benda yang menempel langsung pada mata juga perlu kewaspadaan diri saat hendak melakukan sesuatu)




Nah, menurut kamu gimana? Lebih suka  kacamata atau contact lens? So far, aku sih masih oke dengan keduanya dan sering aku gunakan secara bergantian. Meskipun keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.


Regards,
Cynda

3 comments:

  1. kalo untuk hangout atau ke acara-acara udah pasti i choose softlens. :D


    www.zahratsabitah.blogspot.co.id

    ReplyDelete
  2. benar sekali, kacamata dan contact lens memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing..

    ReplyDelete
  3. aku juga memakai kacamata. Malah aku mulai dari kelas 4 SD .Sampai skrg minusku buanyakkk banget. Pernah si mengalami minder gt gak pede. Tapi aku masih lebih suka memakai kcmta. Krna skg uda banyak model kcmt yg keren. Kalau memakai contac lens aku masih mikir mikir taktnya knp knp gt baidewei galau karana bnyk bngt pemberitaan contact lens gitu jd takut huhu

    ReplyDelete