Thursday, November 17, 2016

First Experience: Waxing at Waxhaus


Hai semuanya, 
Kali ini aku mau cerita sedikit tentang pengalaman pertamaku waxing di Waxhaus. Bukan cuma Waxhausnya yang pertama, tapi waxingnya juga pertama kali. Sebenarnya aku tidak terlalu memikirkan rumbut-rambut halus (rambut ya bukan bulu, kalau bulu itu sih untuk pengucapan binatang setau aku :p). Memang rambut halus di tangan dan kaki cukup banyak tapi tipis jadi menurutku tidak mengganggu penampilan. 

Seiring berlalu, ga ada salahnya kan ya kalau aku mencoba untuk melakukan waxing. Penasaran dengan rasa dan hasilnya. Kebetulan aku mendapatkan treatment waxing di Waxhaus senilai 600ribu dari ClozetteID. Yuk, mari menuju ke Waxhaus Kota Kasablanka.




Jangan bingung mencari letak Waxhaus ya. Gerai Waxhaus Kota Kasablanka terdapat di Lantai Lower Ground. Kalau kamu masuk dari lobby utama dan langsung turun dengan eskalator, pas banget deh Waxhaus ada di hadapan kamu.

Ini adalah kali pertama aku mencoba waxing. Saat tiba di Waxhaus Kota Kasablanka ternyata cukup ramai antrian orang-orang yang ingin treatment di sana. Aku pun harus menunggu sekitar 15 menit meskipun sudah melakukan reservasi sebelum datang ke sana.


Sambil menunggu, aku foto kaki dulu sebelum di waxing. Kondisi tanganku kurang lebih seperti ini. Banyak kan rambut halusnya? Haha


Pada saat reservasi aku sudah menentukan treatment yang aku mau, yaitu waxing full legs, full arms, under arms, dan eyebrows. Tidak lama kemudian namaku dipanggil untuk menuju ke sebuah bilik kecil yang hanya ditutupi oleh kain gorden berwarna coklat. Suasana di bilik kecil ini juga cukup nyaman, walaupun aku sempat merasa was-was karena bilik ini tidak berpintu. Namun, sapaan hangat dari Mba Dewi membuat rasa was-was dan gugup sirna. Mba Dewi memintaku berganti pakaian sebelum menjalani treatment.




Bagian pertama yang akan ditangani oleh Mba Dewi adalah alis. Jujur saja, aku belum pernah threading alis. Pernah sih merapikan alis dengan cara dicukur, hanya saja momen tersebut sudah hampir setahun yang lalu. Sebelum mulai threading, Mba Dewi menanyakan bentuk alis yang aku mau. Karena aku pecinta makeup natural ala Korea, jadi aku minta bentuk alis yang lurus seperti perempuan Korea.


Metode threading ini tidak membutuhkan wax karamel. Alat yang digunakan hanya benang khusus berwarna putih. Gerakan lihai Mba Dewi membuat rambut alisku tercabut dengan mudah hingga ke akar. Selain itu, teknik threading dianggap lebih efektif untuk mencabut rambut-rambut kecil. Letak alis di wajah dan dekat area yang sensitif (mata), aku merasa threading alis ini lebih sakit daripada waxing di bagian tubuh lain. 


Alisku sudah rapi setelah threading. Maaf ya fotonya kurang jelas :(


Setelah selesai di bagian alis, Mba Dewi melanjutkan waxing pada bagian underarm, kaki, dan tangan. Pada ketiga bagian tubuh ini prosesnya sama. Mba Dewi akan mengoleskan waxing yang terbuat dari karamel. Rasanya hangat karena fresh dari kompor kecil di dalam ruangan. Jangan khawatir, bahan waxing yang digunakan tentu saja sangat higenis.

Setiap harinya setiap gerai Waxhaus akan mendapatkan waxing baru yang diproduksi di kantor pusat. Selain itu, setiap pelanggan mendapatkan waxing yang baru. Fresh from the oven! 




Langkah-langkahnya kurang lebih seperti ini: 
1. Kulit dilap dengan air detol
2. Bedak dioleskan secara menyeluruh ke bagian kulit yang akan di-waxing. Tujuannya: agar wax karamel dapat menempel dengan baik.
3. Mengoleskan waxing karamel.
4. Selembar kain putih akan ditempelkan pada bagian tubuh yang yang telah dioleskan wax karamel.
5. Lalu, kain dicabut searah dengan pertumbuhan rambut. Rambut-rambut halus pun tercabut dan menempel pada kain. Waxhaus juga sangat detail dan men-treatment pelanggan dengan baik.
6. Tahap terakhir adalah threading. 

Menurut Mba Dewi, waxing karamel belum cukup untuk mengangkat semua rambut halus. Maka tahapan waxing akan ditutup dengan threading seperti threading alis. Nah, tahap threading inilah yang akan membersihkan tubuh dari rambut-rambut kecil yang tidak tercabut oleh waxing karamel. 


Kaki bersih dan cerah setelah waxing


Selesai deh treatment waxing yang aku jalani! Setelah waxing kulit kaki dan tanganku menjadi lebih bersih, cerah, dan terasa halus. Aku paling amazed dengan alis. Pakai pensil alis pun lebih effortless karena aku hanya menyesuaikan dengan bentuk alis yang sudah rapi. FYI, kata Mba Dewi ada yang harus diperhatikan setelah waxing: tidak boleh mandi air hangat dan memakai lotion hingga 2 jam setelah waxing serta tidak boleh scrubing selama 2 hari.

Setelah waxing, aku mendapatkan dua produk pencerah, yaitu LANSLEY Groin Area Skin Beauty Cream dan LANSLEY Armpit Beauty Cream. Sedikit ulasan mengenai kedua produk ini:




LANSLEY Groin Area Skin Beauty
- Krim pencerah bikini area
- Tekstur lembut dan berwarna hijau muda
- Cepat meresap
- Melembapkan, melembutkan, dan menghaluskan kulit
- Ada kandungan fragrance seperti aroma mint

LANSLEY Armpit Beauty Cream
- Krim pencerah ketiak
- Tekstur lembut dan berwarna putih
- Cepat meresap
- Melembapkan, melembutkan, dan menghaluskan kulit
- fragrance free

Kedua krim ini diaplikasikan dua kali sehari setelah mandi untuk mendapatkan hasil yang optimal.



Overall, aku sangat menyukai waxing di Waxhaus. Selain pelayanannya yang sangat baik, harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau. Kamu bisa lihat harga treatment di website Waxhaus. Kamu juga harus coba treatment di Waxhaus ya!






More Info:

No comments:

Post a Comment