Slider

SHRD Protein Cream Review


Pandemi yang berlangsung hampir 2 tahun bisa bikin aku ga pernah ke salon sama sekali. Selain karena takut untuk keluar rumah, tadinya aku pikir rambut aku akan baik-baik aja karena aku juga jarang styling rambut di rumah. Tapi ternyata kenyataannya berbeda, apalagi hormon menyusui bikin rambut aku semakin rontok. Belum lagi, rambut terlihat kering dan kasar.

Creambath di rumah? Atau maskeran rambut di rumah? Saat punya bayi, mandi tuh jadi sesuatu yang berharga. Bisa mandi dengan tenang dan nyaman aja udah bahagia. Udah ga kepikiran deh buat maskeran rambut. Pengennya sih pakai produk yang praktis dan ga butuh waktu lama. Untungnya aku menemukan produk SHRD Protein Cream untuk mengatasi permasalahan rambutku yang kering dan kasar ini.


 



SHRD merupakan produk rambut yang berasal dari Taiwan. Kepanjangan dari SHRD itu sendiri adalah Shaan Honq / Rosemary & D-panthe Protein Cream. SHRD Protein Cream ini merupakan produk leave in treatment yang berfokus pada perawatan rambut kering, rusak & rontok.

Bahas soal packaging, SHRD Protein Cream dikemas dalam packaging kardus berwarna silver dan di dalamnya menggunakan kemasan jar berwarna hijau. Ukurannya sendiri cukup mungil dengan isi 50ml. Menurutku cukup travel-friendly. Saat tutup jar nya di buka, terdapat penutup plastik bening lagi di dalamnya yang menjaga produk tetap higienis. Produk ini tidak dilengkapi dengan spatula, tapi karena ini produk rambut dan aplikasinya memang harus dengan tangan, jadi sah-sah aja sih.




SHRD Protein Cream memiliki 3 kandungan utama:
- Rosemary
- Sunflower Seed Oil
- Silk Amino Acid Panthenol/Pro Vitamin B5

Klaimnya, produk ini memiliki manfaat untuk:
Menghaluskan & menyegel kutikula sambil mengunci hidrasi & menguatkan rambut
Heat Protector melindungi rambut dari sinar UV dan catokan
Memperbaiki ataupun mencegah rambut bercabang, kekeringan & kusut
Menambah kilau rambut


Kandungan lengkap SHRD Protein Cream, mencakup:
Aqua, Cetyl Alcohol, Stearyl Alcohol, Dimethicone, Polysorbate-20, Cetrimonium Chloride, Glyceryl Stearate SE, Propylene Glycol, Helianthus Annuus Seed Oil, Silk Amino Acids, Rosmarinus Officinalis ( Rosemary) Extract, Panthenol, Mica/Titanium Dioxide, Phenoxyethanol, Methylparaben, Ethylparaben, Propylparaben, Fragrance. 



Teksturnya gimana?
SHRD Protein Cream memiliki tekstur cream yang cukup thick dan sedikit lengket. Cream-nya berwarna putih susu dan terlihat ber-glitter. Aroma creamnya cukup wangi dan tidak terlalu mengganggu, kalo aku sih, nyaman dengan aromanya. Awalnya aku agak bingung dengan cara pakai produk ini karena takut rambut justru jadi lepek, lengket, dan tidak terurai. Tapi setelah tau trik dan cara pakai yang benar, cream ini justru membuat rambutku jadi lebih halus dan terlihat mudah diatur.

SHRD Protein Cream bisa dipakai dalam kondisi rambut yang setengah kering atau setengah basah dan saat rambut kering total. Saat digosok ditangan, teksturnya terasa lengket dan oily. Tangan jadi terasa licin, jadi setelah selesai aplikasi ke rambut, jangan lupa untuk langsung cuci tangan. Untuk menghindari rasa lengket saat digunakan, cukup ambil produk sedikit saja dengan ujung jari, usapkan atau ratakan pada telapak tangan kemudian aplikasikan mulai dari tengah batang rambut hingga ke ujung. Jangan terlalu dekat ke akar rambut ya. Pakailah sedikit demi sedikit, kalau merasa kurang, bisa ditambah sesuai kebutuhan.






Biasanya aku memakai SHRD Protein Cream ini setelah keramas dan kondisi rambut sekitar 80% kering, supaya rambut tidak terlalu terasa licin karena terlalu basah. Perubahannya memang tidak terlihat secara kasat mata tapi aku merasa rambut jauh lebih halus, mudah diatur, dan ga gampang kusut. Jika aku perhatikan lebih teliti, ujung-ujung rambut juga jadi lebih halus, tidak tajam dan kasar seperti ijuk. Serta rambut yang biasanya mengembang terlihat lebih 'jatuh' dan 'nurut'. Saat dicatok, rasanya lebih mudah dan cepat. Hasilnya pun jauh lebih bagus dan rambut juga terlihat sehat. 

Ga cuma aku, adikku juga ikut cobain produk ini. Rambut dia jauh lebih frizzy, helaiannya kasar dan tebal. Dan dia suka banget pakai SHRD Protein Cream ini. Menurut adikku, rambutnya jauh lebih halus dan bikin lebih mudah dicatok. Rambut juga lebih 'nurut' dan ga terlalu ngembang/ frizzy


Keterangan gambar dari kiri ke kanan:

Sebelum pakai SHRD Protein Cream – Setelah rutin pakai selama 2 minggu – Setelah pakai SHRD Protein Cream dan disisir+catok




Kalau lihat foto di atas, sebenarnya basically, rambut aku lurus, tapi karena sering dikuncir atau pakai jedai, jadi suka bergelombang, agak frizzy, dan sering kusut. Setelah pakai selama 2 minggu secara rutin dan saat rambut setengah basah + kering (iya, setiap aplikasi, aku selalu coba pakai 2 kali supaya lebih maksimal), hasilnya rambutku jauh lebih mudah diatur, lebih ‘jatuh’ bahkan saat dicatok dengan sisir catokan (bukan catokan plat) juga jauh lebih mudah dan cepat. 


Gimana, tertarik untuk mencoba SHRD Cream? 
Kamu juga bisa dapetin produk ini di:

Website :
https://bit.ly/3zTzgX6
Instagram :
https://www.instagram.com/shrd.id/

Shopee :
https://shopee.co.id/shrd.id




Regards,

CYNDA



Kembali Langsing Setelah Melahirkan dengan Mamaway Nano Bamboo Korset

 Salah satu yang menjadi kekhawatiranku setelah melahirkan adalah mengembalikan bentuk tubuh atau mendapatkan kembali tubuh yang ideal. Pada kehamilanku yang pertama, berat badanku mengalami penambahan secara drastis hingga 22kg. Menurunkan berat badan dengan aman tanpa mengurangi produksi ASI tentu menjadi impian buatku dan aku pun memutuskan untuk mencoba berbagai cara.

Pasca SC tentunya tidak mudah untuk kembali beraktivitas. Apalagi dokter tidak merekomendasikan aku untuk melakukan aktivitas berat hingga jahitan benar-benar dipastikan aman dan pulih sepenuhnya. Namun, ada banyak hal dan pekerjaan rumah yang harus aku kerjakan demi merawat si kecil. Bisa dibilang, korset sangat berperan banyak dalam membantuku terbebas dari drama pasca SC dan mengembalikan bentuk tubuh seperti sebelum melahirkan.

Sebelum melahirkan, aku mencari tahu banyak hal mengenai perawatan pasca SC. Selain korset, stagen, dan bengkung pernah masuk dalam barang-barang yang harus aku miliki. Namun, setelah mencari berbagai macam review, ternyata korset lebih direkomendasikan karena kemudahan pemakaiannya. 




Pada hari pertama pasca SC, aku belum boleh berganti posisi demi pemulihan yang lebih cepat. Alhasil, hari pertamaku bersama bayi mungil hanya bisa menyusui dalam posisi tiduran. Makan dan minum obat harus dibantu suami. Ke toilet? Pada hari pertama pasca SC, aku masih dibantu oleh kateter. 

Masuk di hari kedua pasca SC, suster membantuku untuk mulai belajar bangun atau duduk. Karena tidak ada gejala yang berarti (tidak pusing), pada hari itu juga aku bisa langsung mulai belajar untuk berjalan dan mandi, kateter pun sudah dilepas. Wah.. rasanya luar biasa menahan rasa sakit jahitan. Apalagi perut yang sedikit bergelambir setelah melahirkan cukup terasa menekan jahitan yang posisinya tepat dibawah perut.

Hingga akhirnya obgyn yang menanganiku datang ke ruangan untuk memeriksa kondisi jahitanku. Aku pun sedikit menyampaikan keluhan atau rasa sakit dan nyeri yang aku alami karena jahitan yang tertekan posisi perut. Saat itu aku sudah membawa korset sendiri dari rumah, tapi aku justru tidak berani untuk memakainya. Namun, obgyn-ku justru sangat merekomendasikan pemakaian korset untuk mengurangi rasa sakit dan membantu mempercepat agar tubuh kembali ke bentuk semula. Sayangnya, korset merek lain yang aku pakai di awal pasca SC ternyata tidak bertahan lama dan kurang nyaman dipakai karena mudah menggulung/ terlipat. Hingga akhirnya aku mencoba Mamaway Nano Bamboo Korset pasca melahirkan.

Penasaran ga sih dengan korset premium yang satu ini? Aku bahas mulai dari packaging ya!



Mamaway Nano Bamboo Korset dikemas dalam kotak plastik yang agak tebal dan pada bagian terluarnya terdapat kotak karton yang bertuliskan informasi produk. Saat dibuka, korset dibungkus dalam plastik dan terlipat rapi.






Sebagai pengguna baru Mamaway Nano Bamboo Korset, informasi produk pada kemasan sudah cukup lengkap. Mulai dari keunggulan produk, ukuran, cara pemakaian hingga saran pencucian produk. Jadi, aku pun bisa mendapatkan informasi lengkap hanya dari kemasannya. Oh iya, Mamaway Nano Bamboo Korset tersedia dalam 2 ukuran S-M (length 100cm) dan L-XL (length 115cm).




Apa sih yang istimewa dari Mamaway Nano Bamboo Korset? Berbeda dengan korset pada umumnya, Mamaway Nano Bamboo Korset memiliki banyak keunggulan dan sangat cocok digunakan pasca SC, dibuat dengan desain dua lapis. Lapisan pertama (area lebar korset berfungsi menjaga kestabilan area perut) dan lapisan kedua (yang lebih kecil, berfungsi untuk mengencangkan dan support rahim atau uterus).

Mamaway Nano Bamboo Korset terbuat dari serat arang bamboo atau bamboo charcoal yang lembut dan aman untuk kulit. Karena bahannya berpori, korset ini pun memiliki daya serap yang baik, sehingga korset tidak mudah bau dan mencegah berkumpulnya bakteri (antibacterial & anti-odour).






Serat arang bamboo yang digunakan sebagai material utama Mamaway Nano Bamboo Korset ternyata punya fungsi unggulan yang menarik, yaitu terdapat teknologi Far Infrared yang dapat membuang lemak berlebih. Selain itu, korset ini juga sudah tersertifikasi TGA Australia.

Mamaway Nano Bamboo Korset memiliki banyak manfaat, yaitu dapat memperbaiki postur tubuh, mengencangkan otot perut dan kulit, melangsingkan dalam 3 bulan, meredakan sakit punggung dan tulang belakang, dan mengurangi rasa sakit pasca SC.

Ribet pakai Korset?

Kamu akan berubah pikiran saat menemukan Mamaway Nano Bamboo Korset. Korset jaman dulu mungkin identik dengan kancing pengait. Namun, karena Mamaway Nano Bamboo Korset sendiri dirancang untuk kebutuhan pasca melahirkan maka korset ini pun didesain dengan menggunakan fitur Velcro yang dapat menempel kuat pada korset berbahan bamboo tersebut. Pakai korset pun jauh lebih mudah dan irit waktu untuk lepas-pasang korset saat darurat ketika harus mengurus si kecil.
 

Meski diklaim anti bakteri, korset ini juga perlu dicuci berkala. Apalagi jika kamu menggunakan korset langsung menyentuh kulit (bukan di luar kaos/baju). Tentu saja korset jadi kotor karena bersentuhan langsung pada kulit yang mungkin sering berkeringat akibat memakai korset sambal melakukan berbagai macam aktivitas yang melelahkan. Cukup cuci lembut dengan tangan dan tidak perlu disetrika ya!
 

Cara pemakaian Mamaway Nano Bamboo Korset: 






Meski dipakai dengan kencang, Mamaway Nano Bamboo Korset tidak membuatku terasa sesak. Saat dipakai beraktivitas pun, korset ini tidak mudah terlipat atau menggulung ke atas. Sejauh ini, Mamaway Nano Bamboo Korset terasa sangat nyaman dan tidak gatal di kulit serta tidak membuat badan kaku atau susah bergerak. 

Aku lebih suka memakai Mamaway Nano Bamboo Korset ini di luar baju. Selain mudah untuk lepas-pasang, memakai di luar baju juga membuat corset tidak mudah kotor atau basah oleh keringat. Korset ini juga cukup nyaman untuk dipakai saat menyusui, jadi aku ga perlu repot lepas-pasang.

Setelah penggunaan rutin setiap hari selama kurang lebih 2 minggu, memang perubahannya tidak terlalu signifikan, tapi lingkar perut perlahan mulai mengecil. Perut juga tidak terlalu bergelambir/ melorot. Postur tubuh juga jadi lebih tegap. Semoga perutku bisa semakin rata seperti saat sebelum hamil ya!  







Menurutku Mamaway Nano Bamboo Korset ini sangat worth untuk dibeli. Selain manfaat dan keunggulannya, korset juga bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama. Jadi meskipun harganya sedikit lebih mahal dari korset biasa, tentu saja korset dengan bahan serat arang bamboo ini jauh lebih nyaman. Oh iya, kamu bisa membeli Mamaway Nano Bamboo Korset di website atau e-commerce berikut: 


Website

https://id.mamaway.com/

Instagram
https://www.instagram.com/mamawayid/
Shopee

https://shopee.co.id/mamawayid


 Regards,

CYNDA

Pentingnya Sleep Training Sedini Mungkin


Banyak yang bilang;
"Punya newborn udah pasti begadang"
"3 bulan pertama bisa begadang terus sampe pagi"
"Bayi kalo siang tidur terus. Nanti ngajak main atau rewel pas malam hari"




TAPI, tau ga sih kalau bayi itu pintar dan disiplin?
Jika diajarkan sedini mungkin dengan cara yang tepat, bayi bisa mengenali siang dan malam + bisa tidur sesuai jamnya. Jadi, orang tua pun tidak akan kelelahan begadang hingga pagi.

Sejak masa kehamilan, aku jadi sering mengamati topik-topik parenting. Satu hal yang menarik perhatianku adalah topik tentang sleep training. Salah satu akun IG yang membahas tentang sleep training adalah teteh @anisyacahya atau beberapa akun dokter anak @klinikkecil juga sering membahas topik ini dalam webinar. Aku juga pernah tidak sengaja membaca thread di twitter tentang sleep training.

Kalau ditanya, seberapa parah sih begadang saat punya newborn? Aku akan mantap menjawab "ga terlalu parah". Aku kayaknya ga ngerasain full begadang sampe pagi. Untuk beberapa waktu mungkin pernah agak kesulitan mengatasi Kara yang terbangun di malam hari, tapi menurutku hal itu masih wajar karena bisa jadi si bayi masih penyesuaian dan kalaupun terbangun hanya sekadar mengganti popok/ udara yang terlalu dingin/ lapar dan haus ingin menyusu. Bahkan setelah 2x vaksin pun, Kara ga pernah rewel di malam hari (rewel siang hari aja, tapi kan banyak bantuan dan ga perlu begadang.. haha)

Apalagi aku LDM, jadi suami ga bisa mendampingi. Waaah.. ga kebayang kalau full begadang tanpa ada bantuan suami, bisa tepar kali ya.

Makanya, menurutku penerapan sleep training ini  sangat PENTING dan cukup membuahkan hasil serta menjaga kewarasanku sebagai mama baru yang LDM dengan si papa.


Berikut cara sleep training yang aku terapkan sejak Kara berumur 3 hari (saat tiba di rumah):
- Tentukan jam tidur anak
Karena bayi newborn butuh lebih banyak tidur, aku masuk ke kamar jam 7 malam. Jam ini ga baku sih, bisa bergeser sedikit karena seiring waktu Kara butuh waktu bermain lebih banyak. Batas maksimal tidur yaitu jam 9 malam, biasanya Kara udah tidur dengan nyenyak.

- Ciptakan suasana kondusif
Nah pada rentang waktu jam 7-9malam ini biasanya aku sudah memposisikan diri di kamar. Meredupkan lampu kamar - pasang lampu tidur, mengatur suhu ruangan, dan mengurangi suara-suara yang bisa menimbulkan distraksi. Intinya, bikin suasana jadi tenang dan nyaman.




- Tidak menghidupkan lampu sama sekali
Jika bayi terbangun di malam hari (ganti popok/menyusu) bahkan saat ganti popok karena pup, aku tidak akan menyalakan lampu kamar. Tujuannya agar anak menyadari bahwa saat itu masih malam dan masih bisa tidur lebih lama.

- Berikan afirmasi pada anak
Setiap mengajak anak tidur, jangan lupa ucapkan kalimat positif. Beri penjelasan bahwa hari sudah malam dan saatnya tidur lebih lama dibandingkan siang hari. Meskipun kita menganggap bahwa bayi belum paham, tapi bayi punya cara sendiri untuk mengerti dan paham loh.

- Siapkan tempat yang nyaman
Nah, jangan lupa tempat yang nyaman juga mempengaruhi keamanan dan kualitas tidur bayi. Kasur yang firm jauh lebih baik dibandingkan kasur yang terlalu empuk. Karena kasur yang terlalu empuk akan membuat bayi ‘tenggelam’ bahkan beresiko SIDS (kematian mendadak pada bayi). Makanya aku cukup selektif memilih kasur bayi maupun kasurku dan suami. Nah, kasur yang aku gunakan untuk kara adalag matras bayi Mamoru yang terbukti aman untuk bayi. 


Tentang Matras Bayi MAMORU

Matras bayi Mamoru adalah matras yang dibuat untuk bayi dan support menopang tulang anak.

Keunggulan Utama:
- Anti jamur, anti bau, dan anti bakteri
- Ketebalan busa ideal untuk kenyamanan bayi (5-10cm)
- Busa berteknologi Jepang dan lulus uji K3L (Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan)
- ROHS Certified
- Cover lapisan luar merupakan kain dengan lapisan serat-serat alami dari kayu, sehingga anti bakteri dan anti bau serta aman untuk kesehatan bayi




YKK Zipper dengan resletting hadap dalam agar lebih aman. Posisi kepala resleting berada di dalam, tapi tidak sulit saat akan dibuka dan ditutup


Pori-pori busa sangat kecil dan rapat. Cover busa dapat dilepas.


Busa cukup firm dan kembali kebentuk semula setelah ditekan. Tekstur busa saat ditekan terasa firm alias tidak terlalu keras dan tidak terlalu empuk.


Selain matras bayi, Mamoru juga menghadirkan bedsheet dengan bahan berkualitas. Bedsheet yang aku miliki adalah Mamoru Japanese Cutton Bedsheet (kode MAKBES-11). 
  



Mamoru Japanese Cutton Bedsheet ini memiliki tekstur yang halus dan nyaman. Bahannya menyerap keringat. Jahitan rapih dan pada bagian tepi bedsheet terdapat karet penyangga agar sprei tidak terlepas dari kasur. Motifnya juga tersedia dalam banyak pilihan.

So far, 
matras bayi Mamoru sangat nyaman digunakan. Aku menempatkan matras bayi Mamoru di dalam bumperbed jadi matras bayi juga digunakan saat bermain dan tummy time. Karena ukuran bumperbed cukup luas, aku juga terkadang tidur bersama Kara di atas matras bayi Mamoru (walaupun tubuhku tidak tertopang sepenuhnya). Saat tidur di matras bayi Mamoru, tidur Kara juga lebih pulas dan lebih lama.

-----

Gimana? Tertarik untuk menerapkan sleep training?
Jangan lupa support juga dengan menggunakan matras bayi Mamoru yang nyaman dan aman untuk bayi.


Regards,
CYNDA

Belanja Mudah dan Cepat di Babyshop Webstore

Setelah punya anak, ternyata dunia rasanya benar-benar berbeda. Waktu 24jam dalam sehari rasanya ga pernah cukup. Apalagi melihat perkembangan Kara yang semakin hari semakin baik. Prioritas pun makin berubah.




Dulu keranjang belanjaan di beberapa e-commerce atau website official pasti penuh dengan belanjaan pribadi. Setelah punya anak ternyata keranjang belanjaan lebih banyak berisi perlengkapan bayi. Apalagi kalau ke store langsung ya? Mungkin kalau ga pandemi, setiap ke mall aku akan selalu belanja untuk Kara. Sayangnya, pandemi cukup membuat aku khawatir untuk pergi keluar. Rasanya di rumah jauh lebih aman.

Untungnya, baby store incaran aku yaitu Babyshop Store kini resmi memiliki official webstore babyshopestores.id yang bisa diakses untuk berbelanja 24/7 kapanpun dan dimanapun. Sehingga aku bisa berbelanja kebutuhan Kara tanpa harus keluar rumah.


Belanja Perlengkapan dan Peralatan Bayi di Babyshop Store

Buat para mama muda yang belum tau, Babyshop adalah salah satu brand yang berada di bawah naungan Group Landmark, di Timur Tengah, Afrika, India dan pusatnya berlokasi di Dubai. Di Indonesia, offline store Babyshop telah hadir di beberapa kota besar. Ada 3 store di beberapa mall di ibukota seperti Mall Kelapa Gading, Lippo Mall Puri, dan Pondok Indah Mall Jakarta. 2 store di Bandung; Paris Van Java dan 23 Paskal Bandung. Terakhir, 1 store di Surabaya, tepatnya di Pakuwon Mall Surabaya.




Babyshop menjual berbagai macam produk ibu, bayi, dan anak. Mulai dari koleksi fashion, perlengkapan menyusui, mainan, kesehatan, peralatan makan anak hingga perlengkapan perjalanan. Babyshop sendiri telah dipercaya selama 10 tahun terakhir sebagai destinasi belanja yang terpercaya.

Beberapa waktu lalu aku juga cobain belanja di Babyshopstore.id loh. Ternyata sangat mudah karena bisa diakses di PC maupun mobile. Aku juga mencoba keduanya. Buatku, di mobile pun juga cukup nyaman dan mudah dipahami. Nah, para mama yang masih bingung jika ingin berbelanja di Babyshopstores.id, bisa cek langkah-langka berikut ini:

1. Buka official webstore Babyshop
Sign up dulu ya untuk yang baru pertama kali / belum punya akun. Biar cepet bisa langsung sign up dengan google mail yang terintegrasi langsung dengan email kita.




2. Pilih barang yang ingin dibeli
Kamu bisa cek atau lihat-lihat produk yang kamu cari berdasarkan kategori yang ada. Atau bisa juga di-search langsung.




3. Cek/ lihat keranjang belanja
Setelah memastikan seluruh produk yang akan dibeli, lanjutkan ke proses pembayaran. Jika kamu memiliki kode voucher, jangan lupa dimasukkan di halaman ini ya.




4. Lanjutkan proses pembayaran




Pada saat belanja, kamu bisa memilih menggunakan online payment (doku), lalu website akan mengarahkan ke beberapa pilihan online payment. Pilihan pembayarannya, yaitu: Credit card, Internet banking, Digital Banking, Wallet (OVO), Bank Transfer, dan Convenience Store.




5. Pesan Konfirmasi
Setelah berhasil melakukan pembayaran, Babyshop akan memberikan pesan/ info pesanan lewat email maupun SMS.

Selesai! Gimana? Gampang kan?


Menurutku Babyshopstore.id ini sangat mudah diakses, tampilannya pun cukup mudah dipahami untuk pengguna/ pembeli yang ingin melakukan transaksi. Foto produk yang ditampilkan juga cukup jelas serta dilengkapi dengan info detail produk. Customer servicenya juga fast respon dan cukup solutif saat aku ingin membatalkan orderan sebelumnya dan akan checkout ulang.

Belanja apa aja?
Nah, beberapa waktu lalu aku belanja cukup banyak karena ada diskon yang menarik. Barang yang aku beli, yaitu Juniors Alphabet Matching Puzzle Set, Juniors Printed Pacifier, Sleepsuit 3 Pk-Ylw Combo, Juniors Folding Tricycle, dan Juniors Bunny Water-Filled Teether with Holder. Pengirimannya juga cukup cepat sekitar 1-2 hari saja karena dikirim dari warehouse Babyshop terdekat.

Kualitas produk yang aku terima juga sangat baik. Sleepsuit-nya cukup tebal, nyaman, dan adem. Untuk pacifier dan teethernya juga dibuat dari bahan yang berkualitas dan aman untuk bayi. Gimana dengan sepeda? Walaupun belum bisa digunakan oleh Kara, tapi aku sudah membuka Juniors Folding Tricycle untuk dicek saat unboxing. Menurutku Juniors Folding Tricycle ini cukup unik karena bisa dilipat, jadi tidak makan tempat jika ingin dibawa-bawa. Aku pun cukup puas dengan produk-produk dari Babyshop yang aku beli.



 
Babyshopstore.id juga punya PROMO 7.7 di tanggal 7-11 Juli 2021, yaitu diskon 20% untuk pembelian 3 pcs pakaian ALL ITEM! Berlaku hingga 11 Juli 2021. Jangan sampe kelewatan ya!




Selain itu, kamu juga bisa dapat tambahan diskon 10% dengan kode aku: cynbaby10




Selamat berbelanja!



Regard,

Cynda

Nyaman di Rumah dengan Pierre Cardin Modern Greys Comfort Cotton Midi Panty Pack


Hampir 1,5 tahun aku bekerja dari rumah sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Tidak hanya itu, masa pandemi ini juga aku lalui mulai dari masa kehamilan hingga kini sibuk merawat bayi kecil selama cuti melahirkan. Cuti dari kerjaan kantor bukan berarti aku bersantai-santai di rumah.



Merawat bayi, mengerjakan pekerjaan rumah, dan kegiatanku sebagai blogger ternyata juga cukup menguras waktu dan energi meski dikerjakan dari rumah. Bisa dibilang, aktivitasku juga padat dan banyak. Makanya penting banget buatku untuk selalu mengenakan pakaian yang nyaman di rumah. Selain baju-baju cantik dan nyaman, tentu aja harus didukung dengan pakaian dalam yang nyaman apalagi udara Bekasi yang panas membuatku mudah berkeringat.

Mungkin banyak yang menganggap bahwa pakaian dalam tidak perlu yang terlalu bagus, toh ga keliatan. Padahal justru karena tidak terlihat, penting untuk memilih pakaian dalam yang nyaman dengan bahan dan kualitas yang bagus. Karena pakaian dalam bersentuhan langsung dengan kulit + area sensitif pada tubuh.

Nah, belum lama ini aku mencoba koleksi panty pack terbaru dari Pierre Cardin, yaitu Pierre Cardin Comfort Cotton Midi Panty Pack. Nah, yang selalu aku suka dari panty Pierre Cardin adalah bahannya tipis (tidak makan tempat saat dilipat), lembut, adem, dan pastinya nyaman saat dipakai meski saat berkeringat.






Pierre Cardin Comfort Cotton Midi Panty Pack
a. Memiliki 5 varian warna berbeda
Meski dalam 1 pack Pierre Cardin Comfort Cotton Midi Panty Pack hadir dengan 5 warna berbeda, jangan khawatir, warnanya netral dan ada beberapa warna pastel juga. Cocok banget buat yang ga suka pakaian dalam berwarna-warni.




b. Bahan Katun Lembut
Pada kemasannya tertulis bahwa Pierre Cardin Comfort Cotton Midi Panty Pack ini terbuat dari 90% katun dan 10% spandex. Tentunya panty ini dapat menyerap keringat dengan baik dan ga bikin lembap. Meski terlihat bertekstur, bahan katunnya terasa lembut dan nyaman saat dipakai.




c. Tinggi hingga ke pinggang
Sesuai dengan namanya "midi", Pierre Cardin Comfort Cotton Midi Panty Pack ini memiliki tinggi hingga ke pinggang saat dipakai. Aku sempat menjalani operasi/ SC sekitar 2 bulan lalu, nah panty ini sangat nyaman saat aku pakai. Karena aku tidak perlu takut bagian karetnya menyentuh jahitan operasi, berbeda saat aku mengenakan pakaian dalam/ panty lain yang tingginya tidak mencapai pinggang.

d. Tersedia dalam 3 size
Pierre Cardin Comfort Cotton Midi Panty Pack hadir dalam 3 size: Medium (Pinggang 63-67cm, Pinggul 89-93cm) , Large (Pinggang 68-72cm, Pinggul 94-98cm), dan Extra Large (Pinggang 73-77cm, Pinggul 99-103cm).




So far, saat beraktivitas dengan memakai Pierre Cardin Comfort Cotton Midi Panty Pack aku merasa sangat nyaman. Bahan katun yang lembut dan adem bikin aku ga perlu khawatir area kewanitaan jadi lembap karena berkeringat. Jahitan pinggirnya halus sehingga tidak meninggalkan bekas di kulit alias nyaman karena tidak terlalu ketat. Buatku, kenyamanan menjadi nomor satu dalam memilih pakaian dalam.

Nah, buat kamu yang tertarik untuk mendapatkan Pierre Cardin Comfort Cotton Midi Panty Pack, kamu bisa loh langsung beli secara online di website Pierre Cardin Lingerie https://pierrecardinlingerie.id

Mau dapat potongan harga? Yuk, gunakan kode voucher PC05 untuk mendapatkan potongan sebesar Rp50.000 dengan berbelanja minimal Rp.250.000. Psst, kode voucher ini hanya berlaku hingga 16 Juli 2021.





Regards,
CYNDA

REVIEW: Wireless Pompa ASI MOOIMOM


Pada 2 mei 2021 lalu, aku resmi menjadi seorang ibu. Setelah melewati hamper 3 minggu menjaga dan merawat Kara ternyata seorang ibu memang dituntut harus multitasking. Apalagi aku berniat untuk memberikan ASI eksklusif untuk Kara. Makanya, selain memberikan ASI secara langsung atau dbf (direct breast feeding), aku juga harus rutin memompa asi (pumping) agar produksi ASI terus meningkat.



Karena harus multitasking mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya, jadi aku merasa bahwa aku harus memiliki pompa asi yang memudahkan seperti MOOIMOM Hands-Free Electric Breast Pump atau Pompa ASI Elektrik Wireless. Aku jelasin dulu ya tentang MOOIMOM Hands-Free Electric Breast Pump.






MOOIMOM Hands-Free Electric Breast Pump
.
Produk ini diklaim dapat membantu para ibu untuk menyusui dengan nyaman dan elegan. Ibu tetap bisa beraktivitas seperti biasa namun tidak lupa untuk memompa ASI agar dapat memberikan ASI yang berkualitas untuk Si Kecil.

MOOIMOM Hands-Free Electric Breast Pump ini bisa didapatkan di official website MOOIMOM dengan harga Rp990.000,- 



Pada satu set kemasan MOOIMOM Hands-Free Electric Breast Pump terdapat komponen berikut ini:

1. Buku petunjuk penggunaan
2. Mesin Pompa

Memiliki 2 mode: pijat dan pompa + mode pengingat otomatis

Tahap stimulasi ASI/ piijat: terdiri dari 60-70 siklus per menit, merangsang ASI keluar lebih lancar

* Tahap pemompaan ASI lambat, 30-60 siklus per menit, untuk memerah ASI dengan nyaman dan santai

3. Kabel USB

4. Pelindung Payudara Silikon

Dapat menutupi payudara hingga 360 derajat, cocok untuk berbagai bentuk payudara, serta memperlancar pengeluaran ASI

5. Konektor internal

6. Diafragma Silikon

Food grade dan aman untuk ASI dengan desain yang lebar, besar dan luas
Memiliki daya tamping hingga 200ml

7. Katup (valve)

8. Wadah pengumpul ASI

9. Tali pegatur bra

Tambahan: 1 katup dan 2 karet silicon



Komponen yang digunakan untuk memompa dan menampung ASI (nomor 4-8) bisa dibersihkan dan dicuci agar tetap steril dan kebersihan ASI juga terjaga. Mesin pompa cukup kecil dan ringan sehingga praktis untuk dibawa berpergian.










Review singkat:
Awalnya aku agak skeptis dengan pompa asi handsfree. Takut hasilnya tidak memuaskan jika dibandingkan pompa asi elektrik non-handsfree. Setelah mencoba selama hampir 3 minggu terakhir ternyata MOOIMOM Hands-Free Electric Breast Pump cukup memuaskan. 

Mesin pompa asi ini hanya terdiri dari 4 tombol: power, mode (pijat/menyusui), tombol + dan - untuk menentukan level yang digunakan. Mode pijat dan pompanya memiliki hisapan yang cukup kuat tapi tetap nyaman dipakai. Biasanya aku memakai mode pijat di level 1 dan mode pompa di level 3.

Bahan silikon yang menempel langsung pada payudara lembut, ramah di kulit, dan tidak sakit. Diameternya lubang nipples juga cukup besar mulai dari 24-27mm. Ukuran wadah penampung ASI juga cukup besar sehingga daya tampung juga lebih banyak, yaitu hingga 200ml. Setelah selesai pumping juga bisa langsung tuang melalui celah lubang pada wadah, sehingga ASI tetap aman dan bisa dituang dengan mudah.

Hasil pumping dengan MOOIMOM Hands-Free Electric Breast Pump juga cukup memuaskan dan bisa bikin payudara terasa ‘lega’. MOOIMOM Hands-Free Electric Breast Pump sangat praktis. Cara pakainya cukup ditempel ke payudara dan disanggah dengan bra. Pompa ini juga cukup ringan, tidak mengganggu saat melakukan aktivitas lain. 

Oh iya, suaranya juga tidak bising, jadi tidak akan membangunkan Kara saat aku pumping di malam hari.

Worth to buy ga?
Menurut aku: Ya. Karena praktis banget, membantu new mom kayak aku yang harus mengerjakan ini itu tapi tetap bisa menjalankan kewajiban: pumping. Supaya ASI bisa makin banyak diproduksi. Ukurannya kecil dan travel-friendly, jadi ga makan banyak tempat. Ga ribet dengan selang pompa, corong, dan botol penampung asi seperti pompa asi yang non-wireless.




Bagaimana cara membersihkannya?

Selain mesin pompa, seluruh komponen yang digunakan untuk memompa ASI bisa dicuci. Jangan lupa gunakan sabun karena asi mengandung lemak, tidak cukup jika hanya dibilas dengan air saja. Hindari menggunakan uv sterilizer untuk komponen berbahan silicon. Aku pun hanya merendam di air panas untuk sterilisasi komponen MOOIMOM Hands-Free Electric Breast Pump agar siap digunakan kembali.

Sebaiknya MOOIMOM Hands-Free Electric Breast Pump tidak digunakan sambil tiduran karena ASI bisa tumpah lewat celah lubang nipples.





contoh hasil pumping ASIku di salah satu payudara


Gimana? Tertarik dengan Wireless Pompa ASI MOOIMOM ini? Kamu juga bisa dapetin diskon tambahan spesial 10% dengan menggunakan kode aku CYNDA10 untuk setiap pembelian produk di website MOOIMOM. Minimum pembelanjaan senilai 300ribu.

Semoga ulasan ini membantu ya!


Regards,
CYNDA

Pengalaman Periksa Mata untuk Ibu Hamil/ Sebelum Persalinan

 
"Mata minus kan ga bisa lahiran normal"
"Ah,,, jaman dulu ga ada tuh periksa-periksa mata, bisa aja lahiran normal"
"Ah itu mah bisa-bisanya dokter aja, alasan harus periksa mata, cek lab dan lain-lain " (kasarnya; cari cuan)

Ga sedikit aku temuin kalimat-kalimat sejenis ini di forum ibu hamil maupun omongan orang-orang tua jaman dulu. Aku secara pribadi sebenarnya lebih pro dengan perkembangan teknologi dan bidang kedokteran saat ini. Lagian kalau emang  ga bener, buat apa para dokter sekolah/ kuliah lama dan mahal? Ya, kan?

Pemeriksaan yang cukup banyak dalam rangka menuju persalinan tentunya dibuat dengan alasan tertentu, misalnya mendeteksi hal-hal yang kurang baik sedini mungkin dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan juga. Makanya, kadang aku agak sebal aja dengan pandangan orang kolot yang ga percaya dengan dokter. Padahal kalo sakit, berobatnya ke siapa coba? Ke dokter kan? Eh, tapi ga tau sih kalo masih ada yang percaya tradisional/ alternatif. Intinya, buat apa ada perkembangan teknologi kalau tidak dimanfaatkan dan menunjang pemeriksaan di bidang kedokteran supaya lebih akurat dan tepat sasaran?



REVIEW: MOOIMOM 2in1 Maternity & Nursing Pillow


Selama menjalani masa kehamilan ini, ada 1 barang yang buatku jadi kebutuhan, yaitu bantal hamil. Karena penting banget untuk ibu hamil bisa beristirahat dengan nyaman dan demi kesehatan ibu dan janin di perut. Pada awal masa kehamilan aku membeli bantal hamil di sebuah e-commerce. Cukup worth untuk dibeli namun tidak travel friendly dan fungsinya hanya sebagai bantal hamil saja/ kurang multifungsi.

Hingga akhirnya aku mencoba MOOIMOM 2in1 Maternity & Nursing Pillow yang bisa dibeli di mooimom.id. Para calon ibu pasti cukup familiar dengan brand yang satu ini karena selalu menghadirkan produk yang inovatif dan beragam. Salah satunya MOOIMOM 2in1 Maternity & Nursing Pillow.


About The Author
26 y.o | Married | Jakarta | Cyndaadissa@gmail.com

Instagram

C. Theme by BD.