Slider

Pengalaman Periksa Mata untuk Ibu Hamil/ Sebelum Persalinan

 
"Mata minus kan ga bisa lahiran normal"
"Ah,,, jaman dulu ga ada tuh periksa-periksa mata, bisa aja lahiran normal"
"Ah itu mah bisa-bisanya dokter aja, alasan harus periksa mata, cek lab dan lain-lain " (kasarnya; cari cuan)

Ga sedikit aku temuin kalimat-kalimat sejenis ini di forum ibu hamil maupun omongan orang-orang tua jaman dulu. Aku secara pribadi sebenarnya lebih pro dengan perkembangan teknologi dan bidang kedokteran saat ini. Lagian kalau emang  ga bener, buat apa para dokter sekolah/ kuliah lama dan mahal? Ya, kan?

Pemeriksaan yang cukup banyak dalam rangka menuju persalinan tentunya dibuat dengan alasan tertentu, misalnya mendeteksi hal-hal yang kurang baik sedini mungkin dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan juga. Makanya, kadang aku agak sebal aja dengan pandangan orang kolot yang ga percaya dengan dokter. Padahal kalo sakit, berobatnya ke siapa coba? Ke dokter kan? Eh, tapi ga tau sih kalo masih ada yang percaya tradisional/ alternatif. Intinya, buat apa ada perkembangan teknologi kalau tidak dimanfaatkan dan menunjang pemeriksaan di bidang kedokteran supaya lebih akurat dan tepat sasaran?



REVIEW: MOOIMOM 2in1 Maternity & Nursing Pillow


Selama menjalani masa kehamilan ini, ada 1 barang yang buatku jadi kebutuhan, yaitu bantal hamil. Karena penting banget untuk ibu hamil bisa beristirahat dengan nyaman dan demi kesehatan ibu dan janin di perut. Pada awal masa kehamilan aku membeli bantal hamil di sebuah e-commerce. Cukup worth untuk dibeli namun tidak travel friendly dan fungsinya hanya sebagai bantal hamil saja/ kurang multifungsi.

Hingga akhirnya aku mencoba MOOIMOM 2in1 Maternity & Nursing Pillow yang bisa dibeli di mooimom.id. Para calon ibu pasti cukup familiar dengan brand yang satu ini karena selalu menghadirkan produk yang inovatif dan beragam. Salah satunya MOOIMOM 2in1 Maternity & Nursing Pillow.


REVIEW: Tupperware Classy Crystalline dengan Warna Peach yang Segar


Sebagai perempuan, siapa sih yang ga tertarik dengan alat rumah tangga? Apalagi kalau sudah menikah, rasanya hasrat untuk mendekor rumah dan memiliki peralatan rumah tangga yang cantik menjadi lebih tinggi. Tapi, bukan berarti harus lapar mata, jangan lupakan fungsi utama dari setiap barang yang dibeli ya! Nah, produk rumah tangga yang akan aku bahas kali ini tentunya memiliki banyak manfaat dan sudah dikenal sebagai brand yang paling digemari oleh para ibu, yaitu Tupperware.




Aku akan membahas Tupperware Classy Crystalline yang hadir dengan warna Peach di awal tahun 2021. Anyway, aku mendapatkan produk dan project review ini dari Clozette Indonesia.

Tupperware Classy Crystalline ini bisa dikatakan sebagai produk premium dari Tupperware yang elegan dan klasik. Tampilannya sedikit berbeda dari produk Tupperware dengan kelas dibawahnya yang cenderung terlihat sangat 'plastik'. Sedangkan Tupperware Classy Crystalline memiliki tampilan yang mewah dengan permukaan transparan + material kristal plastik yang aman dan anti noda.

Tupperware Classy Crystalline ini memiliki 3 keunggulan utama, yaitu:
1. REHEATABLE : dapat menghangatkan di dalam microwave,
2. SERVING: menyajikan hidangan di meja makan,
3. STORAGE: menyimpan kelebihan makanan yang dapat langsung disimpan dalam kulkas.





Aku mendapatkan set Tupperware Classy Crystalline yang terdiri dari:


a. Crystalline Soup Server 1pcs
b. Crystalline Saucy Server 1pcs
c. Crystalline Serving Platter 1pcs
d. Crystalline Oval Server 1pcs
e. Crystalline Serving Spoon 4pcs

Harga 1 set server: 1.485.000,-




Keempat wadah atau server ini memiliki desain dan fungsi yang berbeda. Terlihat dari tinggi wadah dan lebarnya, nama keempat wadah tersebut juga disesuaikan dengan fungsinya. Untuk wadah yang tinggi bisa digunakan untuk makanan berkuah. Wadah yang rendah bisa digunakan untuk makanan yang kering. Pada sisi wadah dilengkapi dengan pegangan, sehingga mudah untuk dibawa dan dipindahkan. Masing-masing juga dilengkapi dengan penutup wadah dan sendok penyajian yang serasi.


f. Crystalline Plate 6pcs (Harga Rp315.000,-)
g. Cristyalline Bowl 4pcs (Harga Rp170.000,-)
 




h. Cristalline Low Glass 4 pcs (Harga Rp210.000,-)
i. Crystalline Clear Pitcher 1.3L 1pcs (Harga Rp180.000,-)




Pitcher dan low glass yang serasi untuk menyajikan minuman personal. Keduanya dilengkapi dengan cover/ tutup. Untuk cover pada low glass juga bisa digunakan sebagai coaster atau tatakan gelas. Kamu bisa menyajikan berbagai minuman segar seperti infused water, jus, air putih, sirup, dan lainnya.


Meski terlihat banyak, produk Tupperware Classy Crystalline ini dapat disusun rapi dan menghemat ruang penyimpanan. Sehingga tidak memenuhi ruang dapur kita. So far, aku suka banget dengan Tupperware Classy Crystalline karena tampilannya 'mahal' dan cocok banget buat menyajikan makanan sehari-hari maupun saat acara kumpul keluarga. Penggunaannya juga mudah dan cukup tahan banting.

Oh iya, Tupperware Classy Crystalline juga bisa kamu beli di ofiicial website Tupperware berikut:
https://shop.tupperware.co.id/collections/all


Regards,
CYNDA

Early Maternity Photoshoot

Foto ini diambil saat Baby A berusia 27 minggu 3 hari dalam kandungan.
Kepulangan Papah yang ke-3 selama masa kehamilan (1; saat kontrol 12 minggu dan 2; saat kontrol 20 minggu).
Foto diambil oleh Onti Cyndi.















Regards,
CYNDA


1 Tahun Menjalani Long Distance Marriage (LDM)

Genap 1 tahun pernikahan.
Menjalani hari bersama-sama pasangan setiap hari tentu rasanya menyenangkan tapi juga ada kesulitan karena dua kepribadian yang berbeda harus beradaptasi kembali. Bagaimana dengan yang menjalani hubungan jarak jauh? Atau lebih familiar dikenal dengan LDM?

Buat aku, LDM jauh lebih sulit untuk dijalani karena tidak punya banyak waktu untuk beradaptasi dan berinteraksi dengan pasangan secara intens. Komunikasi pun hanya terbatas lewat videocall dan chat. Kebiasaan/ perilaku pasangan sehari-hari belum tentu dipahami sepenuhnya. Setelah 6 bulan pernikahan beberapa waktu lalu, aku pun memutuskan untuk ke tempat suami selama 2 minggu. 




Tinggal berdua di kost-an, menyiapkan keperluan suami untuk berangkat kerja dan menyambutnya kembali saat pulang kantor, ternyata menjadi pengalaman baru. Berbeda sekali rasanya. Aku jadi lebih memahami dan mengenal kebiasaan-kebiasaan kecil suami. Tentu saja tidak terlepas dari pertikaian kecil khas rumah tangga seperti meletakkan baju/cuci piring/makanan kesukaan dsb. Rasanya menyenangkan sekali punya kehidupan berdua. Karena sejak awal menikah, aku diminta untuk tinggal berdua dengan ibu mertua. Yap, menemani ibu mertua karena suamiku adalah anak tunggal yang sedang merantau bekerja.

Ternyata benar ya, sebaik-baiknya mertua, memang lebih nyaman jika kita tinggal berdua bareng suami aja (entah kost atau ngontrak bahkan jika punya rezeki berlebih bisa langsung membeli rumah sendiri), khususnya dari sisi pihak perempuan. Atau at least, tinggal dengan mertua tapi di rumah kita sendiri dengan aturan sendiri yang disepakati bersama suami. Karena akan selalu ada rasa sungkan dan harus mengikuti aturan si empunya rumah saat tinggal di rumah mertua. 

Meski demikian, semuanya kembali lagi pada cara komunikasi yang tepat. Aku dan suami sebisa mungkin berdiskusi tentang hal-hal yang kami inginkan. Sehingga kami bisa menemukan jalan tengah tanpa menyakiti berbagai pihak. Berhenti overthinking juga penting. Supaya aku tidak terpengaruh membayangkan hal-hal yang bisa saja tidak terjadi nantinya dan tidak menciptakan bad vibes untuk diri sendiri.

Satu tahun berjalan, aku juga menyadari, bahwa akan selalu ada banyak omongan buruk di luar sana yang mengomentari urusan rumah tangga orang lain. Sumpah, cuekkin aja omongan orang-orang itu. Haha. Gemes. Kalau aku bisa bersuara dan bersikap bodo amat, mungkin orang-orang yang kepo-an dan suka komentar udah aku semprot. Toh, beberapa dari mereka juga ga punya pengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari.

Oh iya, tepat di satu tahun pernikahan ini,  kami juga tidak sabar menanti kehadiran si kecil. Rasanya sangat excited!!! Tapi aku juga bersyukur menjalani kehamilan di masa pandemi ini cukup membuatku memiliki banyak waktu istirahat dan tidak banyak berinteraksi dengan orang-orang. Tidak perlu juga menghadapi omongan mitos-mitos aneh tentang kehamilan. Hahaha. Satu lagi, ga perlu juga melakukan tradisi nujuh bulanan karena jujur aku ga nyaman untuk menjadi objek + pusat perhatian/ menjalani tradisi tersebut. Apalagi yang harus pakai mandi/siraman. Hehe.

Doakan kami ya!


Regards,
CYNDA

Kulit Sehat dan Terhidrasi dari Luar dan Dalam Tubuh

Selama masa pandemi, aktivitas di luar ruang menjadi terbatas. Banyak perempuan yang menghabiskan waktu di rumah dengan berbagai kegiatan, tentunya tidak lupa untuk merawat kulit agar tetap cantik dan sehat. Apalagi dengan hadirnya trend glass skin & glowing skin membuat semua perempuan juga tidak ingin ketinggalan untuk mencoba berbagai produk unggulan demi mendapatkan glass skin & glowing skin.

Sayangnya, banyak yang melupakan bahwa kulit yang sehat tidak hanya didapat dengan perawatan kulit dari luar. Skincare yang affordable maupun high-end tentunya akan bekerja lebih maksimal jika tubuh juga didukung dengan nutrisi dan cairan yang cukup. Salah satu langkah mudahnya yaitu mendapatkan asupan air mineral yang cukup setiap harinya. Coba diingat lagi deh, apakah kamu yakin sudah mengonsumsi air mineral 2 liter sehari? 




Masih banyak loh yang tidak memenuhi asupan air mineral 2 liter sehari. Tidak jarang aku pun bertemu dengan orang-orang yang tidak suka minum air mineral. Padahal air mineral punya peran penting untuk tubuh, yaitu: 

- Mencegah batu ginjal
- Melancarkan system pencernaan
- Menjaga kesehatan kulit
- Membantu penyerapan nutrisi
- Menjaga suhu tubuh
- Mencegah dehidrasi, dan masih banyak manfaat baik lainnya.

Beberapa pengalaman kurang menyenangkan yang pernah aku alami saat kurang mengonsumsi air mineral, misalnya: sembelit/ BAB tidak teratur, kulit kering dan kusam, tubuh terasa tidak segar atau mudah lelah, bahkan sakit pinggang karena terlalu lama duduk tapi kurang asupan cairan. Apalagi selama masa kehamilan, sebagai ibu hamil, aku harus banyak mengonsumsi air mineral. Makanya, sebisa mungkin aku berusaha untuk mengonsumsi minimal 2L air mineral setiap hari. 

Namun, aku juga ga asal minum air mineral. Tentunya kualitas air mineral yang diminum juga harus diperhatikan. Pasti pernah ngerasain kan air mineral yang dimasak rasanya berbeda dengan air minum kemasan? Oleh karena itu, pilihlah air mineral yang berkualitas tinggi seperti Aqua Reflections memiliki kemurnian air mineral pegunungan berkualitas tinggi dan diproses dengan teknologi tercanggih. Oleh karena itu, aku memilih untuk mengonsumsi Aqua Reflections yang hadir dalam kemasan botol kaca. Nah, baru-baru ini Aqua Reflections berkolaborasi dengan Sociolla loh




Keselarasan kesehatan kulit dengan kecukupan konsumsi air mineral membuat Sociolla dan Aqua Reflections berkolaborasi menghadirkan edisi special Aqua Reflections x Sociolla yang didesain khusus dengan ciri khas sociolla. Tema yang diangkat adalah “Hydrate to Radiate”. Sociolla dan Aqua ingin mengingatkan kembali pada konsumen bahwa kulit yang baik dan seimbang akan lebih optimal dan mudah diwujudkan dengan hidrasi dari luar dan dalam. Minum air mineral untuk hidrasi dari dalam dan gunakan skincare yang baik dan tepat untuk menghidrasi dari luar. 

Pada kemasan botol Aqua Reflections x Sociolla terdapat gambar XOXO yang terinspirasi dari simbol “Batik Kawung” yang dipercaya memiliki makna sebagai “Hati yang Murni”. Nama Kawung pun berasal dari buah kawung atau buah kolang-kaling yang memiliki daging buah yang berwarna putih dan kulit buah yang keras, sehingga terciptalah filosofi “hati yang murni”. 




Jika biasanya kamu menjumpai kemasan Aqua dari bahan plastik, kali ini Aqua hadir dengan kemasan botol kaca. Namun, ini bukan pertama kalinya. Aqua juga pernah berkolaborasi dengan pihak lain atau kamu bisa menemukan Aqua kemasan kaca ini di restoran atau hotel-hotel bintang lima tertentu. 

Oh iya, selain desainnya yang unik, botol limited edition AQUA Reflections x Sociolla juga bisa di scan QR untuk mendapatkan kejutan spesial, lho! Saat scan QR code, kamu akan langsung diarahkan untuk log in atau sign up SOCO ID dan mendapatkan e-voucher senilai Rp25.000 terbatas sampai 31 Desember 2020. Menarik banget, kan? Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan botol limited edition AQUA Reflections x Sociolla di seluruh offline store Sociolla.




Kolaborasi Aqua Reflections x Sociolla juga didukung oleh berbagai brand kecantikan:
1. @Ariul_id – Ariul Micellar Water
Ariul Smooth & Pure Micellar Water membersihkan kotoran, debu dan riasan dari wajah secara efektif tanpa dibilas. Formulanya ringan dan lembut sehingga aman untuk dipakai sehari-hari. Dengan pH 5.6 dapat membantu menormalkan kondisi kulit dan Micellar Plus Solution yang melindungi kulit sekaligus menyediakan kelembapan penuh
2. @klorane_idn – Fleur de CupuacuUltra Nourishing Body Lotion
Body Lotion ini untuk kulit kering dan sangat kering dengan tekstur krim yang melembapkan kulit dengan intens. Dapat melembabkan dan menutrisi kulit hingga 24 jam, cepat diserap kulit, dan tidak lengket. Paraben-free, MIT-free, phenoxyethanol-free, alcohol-free, BHT-free, EDTA-free.
3. @koreanaestheticskincare_id - AHC Hyaluronic Cleansing Foam
Produk pembersih wajah dengan kandungan Hyaluronic Acid dan Moringa Seed untuk mengangkat residu dan kotoran dngan maksimal.
4. @sukinskincare_idn – Sukin Signature Original Hydrating Mist Toner
Toner yang cocok untuk semua jenis kulit. Memberikan kesegaran, melembapkan dan menenangkan kulit yang lelah. Tanpa alkohol.
5. @mediheal_idn – Mediheal N.M.F AQUAring Ampule Mask Ex
Masker dengan kandungan N.M.F (Natural Misture Factor) yang membantu memberikan dan menambahkan kelembaban yang melimpah ke kulit, menjadikannya lembab seketika. Jika digunakan dalam jangka panjang, masker ini dapat mengatasi alergi yang disebabkan oleh kulit kering.


Informasi tambahan:
Kamu juga bisa loh mendapatkan set Hydration Box dari Sociolla. Caranya gampang banget: 

Beli produk AQUAxSociolla di Sociolla Offline Store
● Minum & tunjukan botol AQUA sambil menggunakan Instagram filter AQUA x Sociolla yang bisa kamu temukan di Instagram @sociolla
● Peserta yang mengikuti challenge harus follow IG @sociolla, @beautyjournal, dan @aqua_reflections
● Simpan postingan kamu di IG Story Highlight dengan judul "AQUAxSociolla" dan jangan lupa & Comment "DONE" di postingan Giveaway AQUAxSociolla di Instagram @beautyjournal
● Pemenang akan mendapatkan hadiah menarik set Hydration Box lengkap dan masih banyak lagi yang bisa kamu cek di Instagram @BeautyJournal. Periode kompetisi hingga Februari 2021
● YUK ikutan skrg!


Regards,
Cynda

Sisir Favorit: The Wet Brush


"Kirain semua sisir akan sama aja, ternyata punya pengaruh yang berbeda".

Waktu kecil mungkin kita memakai barang yang dibelikan oleh orang tua. Contohnya: salah satu sisir andalan mamaku adalah sisir vidal. Mamaku memiliki rambut yang tebal dan ikal dan agak 'bandel' jadi harus memakai sisir yang dirasa cukup kokoh, tangguh, dan mampu menaklukkan rambutnya dengan baik. Pernah suatu waktu mamaku mencoba sisir lain: alhasil sisir tersebut patah/ lemnya copot/ dan berbagai alasan lain yang bikin sisir jadi ga awet. Bisa dibilang sisir vidal menjadi sisir andalan keluarga kala itu.

Aku yang memiliki rambut lurus pun merasa semua sisir sama aja. Hingga akhirnya aku punya kesempatan untuk mencoba The Wet Brush. Sisir ini di klaim membuat proses menyisir rambut menjadi lebih mudah, tidak merusak rambut, dan rambut menjadi lebih sehat.


*kebetulan punya koleksi terbaru yang Disney Princess, soalnya sisir Wet Brush yang lama udah ga aesthetic buat di foto. LOL


Keunggulan yang diklaim oleh The Wet Brush:
- Dilengkapi bulu Intelliflex® eksklusif, sangat lembut dapat dengan mudah menguraikan rambut kusut (kusut akibat penataan rambut)
- Meminimalkan rasa sakit
- Melindungi rambut dari ujung bercabang dan patah/ mengurangi rambut rontok






Review Singkat
The Wet Brush punya berbagai macam jenis sisir yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan rambut. Kalau aku hanya memiliki The Wet Brush Detangle Original ukuran besar dan mini. Ukuran besar biasanya aku gunakan untuk sehari-hari saat di rumah. Ukuran mini lebih simpel untuk dibawa berpergian.

Sisir ini ringan dan cukup kokoh. Aku sering banget jatohin sisir dari berbagai ketinggian. Sejauh ini sih ga patah (atau belum ya? hehe). Brushnya lentur, ga kaku, dan tidak tajam. Sisir ini juga sangat nyaman digenggam.

Untuk kondisi normal sehari-hari, aku merasa The Wet Brush ini memang meminimalisir rambut rontok. Tidak ada rasa 'ketarik' saat menyisir dan rambut jadi tidak menggumpal2 yang memberikan kesan lepek alias lebih terurai setiap helaiannya. Hal ini juga didukung dengan penataan rambut sederhana untuk sehari-hari. Aku cukup jarang menata rambut, paling hanya catok lurus/curly yang simpel aja.

Lain halnya ketika hari pernikahan pada 15 Februari 2020 lalu. Rambutku harus disasak dan disanggul karena aku menggunakan adat Madura dan Betawi. Saat harus mengurai sasakan dan sanggul yang tersisa aku sudah membayangkan kekusutan yang akan terjadi. Tapi ternyata jauh lebih mudah diurai saat aku mencoba menyisir dengan The Wet Brush. Kayak apa yaaa... ya terurai aja sih, bukan yg langsung sekali sisir beres ya, tapi at least prosesnya ga menyakitkan dan ga makan waktu lama. Kamu akan mengerti saat kamu mencoba sendiri. Hahaha.

Setelah dihitung-hitung, aku bahkan punya 6 sisir The Wet Brush dengan motif desain yang berbeda (karena tergiur dengan motif dan warna yang menggemaskan). Bahkan ada 1 sisir mini yang udah jelek dan mengelupas tapi masih aku pakai. LOL.






Sisir juga harus dibersihkan!

Oh iya, meski sering dianggap "cuma sisir" jangan lupa ya untuk dibersihkan secara rutin. Kalau aku biasanya cukup dicuci dengan sampo + disikat dengan sikat gigi untuk menjangkau bagian dasar helaian brush nya. Sadar ga sadar, sisir juga menjadi sumber kotoran dan penyakit untuk rambut. Kebayang ga berapa banyak debu/ minyak/ kotoran yang menempel di sisir. Minimal 1 bulan sekali harus dibersihkan ya! 


Btw, ini postingan IG aku, udah cukup lama. Sisir paling kiri bukan wet brush. Kalo yang tengah itu favorit banget meskipun udah jelek dan mengelupas tp masih enak dipakai.


Harga
Untuk range harga The Wet Brush Dectangle sebenarnya cukup beragam tergantung dari koleksi dan motif yang ditawarkan. Namun, untuk edisi original dijual dengan harga 149ribu (ukuran besar) dan 89ribu (ukuran mini). Kalau yang edisi khusus/bermotif/ warna-warna lucu biasanya sedikit lebih mahal. Mungkin bisa berbeda 10-30ribuan.


Beli The Wet Brush di mana?
Produknya bisa kamu temukan dengan mudah secara offline maupun online. Untuk offline aku pernah menemukan di beberapa salon ternama. Untuk pembelian online bisa langsung ke Instagram https://www.instagram.com/thewetbrushindonesia/ pada link bionya akan mengarahkan kamu ke website dan beberapa e-commerce pilihan.


Semoga ulasan ini cukup membantu ya!


Regards,
CYNDA

REVIEW L'Oréal Pure Clay Mask Illuminating


Bahas masker clay yang sempat hype banget yuk di awal kemunculannya pada 2018 lalu.


Tradisi Syukuran 4 Bulanan/ 7 Bulanan, Wajib Ga?

Jika tidak pandemi, mungkin saya dan suami sudah melakukannya.
Budget insha Allah ada tapi kondisi yang tidak mendukung.
Intinya satu "tidak perlu memberi makan ego" memaksakan acara besar ditengah pandemi.



About The Author
26 y.o | Married | Jakarta | Cyndaadissa@gmail.com

Instagram

C. Theme by BD.